JAKARTA || Bedanews.com – Anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN), Melchias Markus Mekeng berharap, dengan Koperasi Merah Putih menjadi mekanisme penyaluran baru Pupuk yang bisa memutuskan mata rantai “permainan” pendistribusian pupuk subsidi ke Petani.
“Selama ini ketika musim tanam tiba, Petani kesulitan mendapati pupuk, yang terkadang “kelangkaan pupuk ini disebabkan adanya “Permainan” dari pedagang-pedagang yang sengaja menimbun. Pada akhirnya mereka menentukan sendiri Harga yang jauh diatas HET (harga Eceran tertinggi) yang telah ditetapkan, sehingga sangat memberatkan petani, sekaligus merugikan negara. Hal inilah yang akan terus kami dalami,” ujar Mekeng, dalam pertemuan dengan PT. Pupuk Indonesia, PT. Pupuk Kalimantan Timur, di Balikpapan, Kaltim baru-baru ini.













