PONOROGO || Bedanews.com – Desa Karangpatihan di Ponorogo sempat dijuluki sebagai Kampung Idiot. Sebutan yang bermula pada tahun 2008 itu akibat lebih dari 300 warga di sana yang menderita tunagrahita atau disabilitas intelektual.
Salah satu penyebab utamanya karena lahan pertanian di Karangpatihan sebagian besar merupakan sawah tadah hujan. Karena keterbatasan air, kondisi itu berdampak buruk terhadap hasil pertanian.
Namun, perlahan kondisi itu kian membaik. Saat ini jumlah yang menderita tunagrahita di Desa Karangpatihan hanya tinggal 98 orang.
Pelan tapi pasti, kini Desa itu mulai terbebas dari sebutan Kampung Idiot. Babinsa Karangpatihan, Sertu Aris Mulyono mengungkapkan, kondisi ini tidak terlepas dari semakin baiknya sektor pertanian berkat adanya dukungan dan kerja keras dari berbagai pihak.












