• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Masyarakat Miskin Masih Terdzolimi Secara Hukum

Masyarakat Miskin Masih Terdzolimi Secara Hukum

Asep Budi by Asep Budi
2 Mei 2012
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, BEDAnews

Lembaga Pemerhati Hukum dan Kebijakan Publik (LPKHP) Jawa Barat, menilai keadilan hukum di Jabar masih berpihak kepada masyarakat mampu, sementara masyarakat miskin masih masih terdzolimi secara hukum.

"Sangat banyak sekali, baik kasus perdata atau pidana. Penyidik disini ceroboh, fakta hukumnya tidak jelas tapi tetap dipaksakan untuk masuk ke Persidangan. Dan itu terjadi pada orang-orang yang tidak mampu. Saya menyimpulkan hukum disini belum adil bagi masyarakat miskin," ujar Ketua   kepada wartawan di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (1/5).

Menurutnya, selama ini banyak kasus yang fakta hukumnya tidak jelas terjadi di Jawa Barat, tetapi kejaksaan telah memaksakan perkara masuk ke Pengadilan. Oleh karena itu, banyak vonis bebas yang diketuk oleh Majelis Hakim dalam persidangan.

BeritaTerkait

Perkuat Toleransi, Kapolres Demak Bangun Sinergi dengan Jemaat GKJ

7 November 2026

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026

LPKHP Jabar lanjut Erlan, telah mencatat lebih dari 10 kasus yang fakta hukumnya tidak jelas masuk ke PN Bandung selama tahun 2012. Kasus tersebut telah membuat dirinya gerah. Untuk itu dirinya menegaskan akan memantau dan membantu para tersangka ataupun terdakwa yang menjadi korban kecerobohan penyidik baik itu dari kepolisian ataupun kejaksaan.

"Kasus-kasus yang fakta hukumnya tidak jelas itu menimpa masyarakat bawah. Seperti kuli bangunan atau tukang lotek gara-gara mencuri uang Rp.100 ribu. Kami disini siap membantu secara cuma-cuma untuk mengawal kasus-kasus seperti itu. Agar tidak menjadi kedzaliman para pelaksana hukum," tuturnya.

Dia juga menyebutkan salah satu kasus yang paling menarik telah menimpa dua terdakwa yakni Agus Suryadi (50) dan Didi Rohedi (75) yang sempat duduk di kursi Pesakitan PN Bandung karena perkara penipuan. Erlan menilai dua terdakwa tersebut merupakan korban dari kecerobohan penyidik kepolisian dan jaksa.

"Sudah jelas-jelas dua terdakwa tersebut sudah mendapatkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan dari kepolisian) tapi tetap saja dilanjutkan ke Pengadilan. Penyidik disini ceroboh. Kedua terdakwa dikriminalisi oleh mereka," terang Erlan.

Sebab itu, pihaknya terus memperjuangkan kedua terdakwa hingga melaporkan salah seorang jaksa berinisial FE ke bagian Aswas Kejati Jabar. Selain itu, Erlan bersama terdakwa juga melaporkan penyidik dari Polrestabes Bandung ke bagian Propam Polda Jabar. Selain itu, Erlan juga melayangkan surat ke Kapolri mengenai adanya kejanggalan kasus tersebut.

"Kita sudah laporkan Jaksa. Katanya sudah mendapatkan sanksi dari Kejati Jabar. Menurut saya itu bagus, Kejati sudah mulai tegas melakukan tindakan kepada jaksa yang menyimpang dari tugas pokok dan fungsinya," ucap Erlan.

Upayanya dalam  memperjuangkan hak  kedua terdakwa tersebut akhirnya berbuah manis. Senin (30/4) lalu Majelis Hakim PN Bandung telah menolak dakwaan Jaksa dan mengabulkan eksepsi dari dua terdakwa tersebut.

Alasannya, Majelis Hakim menilai perkara yang menjerat Agus dan Didi yang merupakan ketua Dewan Keluarga Masjid (DKM) di salah satu kelurahan di Kota Bandung sudah kadaluarsa dan pihak Kepolisian sudah melayangkan surat SP3.

"Kalau sidang terus berjalan, tentu akan ada peradilan sesat. Beruntung, majelis hakim sangat tepat sekali melakukan putusan. Kami sangat apresiasi sekali bagi hakim di PN Bandung. Kami berharap pihak penyidik mendapat pelajaran berharga dari kasus ini," pungkasnya. (hargribs)

Previous Post

LPI Untuk Wujudkan Bandung Berprestasi Bidang Olah Raga

Next Post

Perusahan Amerika Rekrut Pelajar SMKN 13 Bandung

Related Posts

TNI-POLRI

Perkuat Toleransi, Kapolres Demak Bangun Sinergi dengan Jemaat GKJ

7 November 2026
Ragam

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026
Ragam

Pemuda Berdampak: Satukan Gagasan, Bangun Gerakan Menuju Deklarasi Wilayah Kota Cilegon

7 November 2026
TNI-POLRI

Misa Ekaristi TNI-Polri di Polda Kaltim, Perkuat Iman dan Kebersamaan dalam Pengabdian

7 November 2026
TNI-POLRI

Kodim Ponorogo Gelar Do’a Syukur Peringati Hari Pahlawan 2026

7 November 2026
Ragam

Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara

7 November 2026
Next Post

Perusahan Amerika Rekrut Pelajar SMKN 13 Bandung

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021