Oleh: H. Djafar Badjeber
Jakarta – bedanews.com – Dalam perjalanan panjang umat manusia, banyak cara yang ditempuh manusia agar dijadikan pemimpin dikalangan rakyatnya, umatnya atau pengikutnya.
Untuk tercapainya ambisi kekuasaan manusia atas manusia lain serta resourcesnya ditempuh cara beradab sampai yang tidak beradab, dari cara yang baik s/d cara tidak baik. Dari cara halus s/d cara kasar, keras dan memaksa. Bahkan tidak tertutup kemungkinan “pembunuhan” kepada lawan atau kepada seseorang atau kelompok yang dianggap berbahaya atau bahkan potensial sebagai musuh.
Tentu di era modern seperti saat ini cara-cara kasar, memaksa, inkonstitusional dan ademokrasi sudah tidak laku. Hal itu bertentangan dengan demokrasi dan HAM.
Meskipun cara diatas sudah gak laku dan mendapat perlawanan dari banyak kalangan, tetapi masih diadopsi oleh sebagian manusia dengan lebih halus dan digunakan dalam bentuk lain, yaitu manipulasi.











