Selain itu, dilakukan juga uji materi wawasan pemerintahan serta pemahaman calon terhadap peta demografi kota politik di wilayah tempat tinggal serta kesiapan untuk untuk diukur tingkat popularitas dan elektabilitasnya melalui survei yang dilakukan oleh DPD.
“Setelah proses uji kelayakan ini seluruh bacalon sudah dapat melakukan sosialisasi ke masyarakat. Kami akan melakukan 2 kali survey, yakni di awal Oktober kemudian di akhir Desember 2019. Biaya survey ditanggung secara bergotong royong oleh 38 bakal calon ini,” bebernya.
Terkait koalisi, menurut Ketut, hingga saat ini masih terbuka lebar dengan partai manapun. Menurut dia, di setiap setiap daerah memiliki karakteristik berbeda dan sangat cair.
“Koalisi masih sangat dinamis dan cair. Tidak ada yang kental seperti Pemilihan Presiden kemarin ada pendukung Prabowo atau Jokowi, masih terbuka lebar dengan partai manapun, karena di beberapa daerah PDI Perjuangan harus berkoaliasi untuk merebut kemenangan,” tandasnya. (nie/*)












