Menurut Mumtaza, sekolah dan kuliah di luar negeri tidak hanya menekankan pada nilai akademis, tapi juga pada bagaimana setiap siswa atau mahasiswa menunjukkan jati diri dan kepeduliannya kepada masyarakat serta menunjukkan kemampuannya dalam membangun network (jaringan), sehingga keberadaannya memberikan manfaat bagi lingkungannya.
Dalam kaitan itu pula, menurut dia, kegiatan temu silaturahim virtual bertajuk “Giving Insight” yang diikuti secara antusias oleh sepuluh mahasiswa penerima dan alumnus penerima beasiswa FAI itu juga merupakan bagian dari kontribusinya dalam “project society” untuk melangkah ke kampus barunya di Amerika mulai Agustus mendatang. “Saya berharap ajang silaturahim untuk berbagi seperti yang dilakukan FAI ini dapat diperbesar cakupannya,” kata mahasiswi program dual degree di Sciences Po-UC Berkeley yang lahir di Jakarta pada 17 Juni tahun 2.000 itu.













