BEDAnews, Bandung Barat
Upaya mengatasi kerawanan pangan saat ini sudah menjadi program nasional yang tujuannya untuk menekan kemungkinan munculnya kerawanan pangan di masyarakat. Di tingkat daerah pun upaya itu dituntut untuk dijalankan, dan pemerintah setempat seyogyanya memberikan perhatian terhadap upaya tersebut.
Berbicara tingkat daerah, maka di kab. Bandung Barat melalui Kantor Ketahanan Pangan, upaya mengatasi kerawanan pangan itu terus dilaksanakan dengan dukungan dari bupati setempat. Upaya yang dilaksanakan adalah dengan mendirikan lumbung pangan di beberapa kecamatan. Dari mulai tahun 2009 hingga 2011 sudah ada 27 lumbung pangan, dan semuanya berfungsi didalam mengatasi rawan pangan masyarakat.
Kepala Seksi Bina Ketahanan Pangan, Kantor Ketahanan Pangan kab. Bandung Barat, Djaja, ketika ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, lumbung-lumbung pangan yang ada di beberapa kecamatan telah berfungsi dengan baik.
“Lumbung-lumbung yang dikelola oleh kelompok dengan anggota kelompok minimal 25 orang itu telah memberikan manfaat cukup luas, tidak hanya untuk kelompoknya, tetapi juga untuk masyarakat sekitar, sehingga bisa menekan kemungkinan tumbuhnya rawan pangan di wilayan kab. Bandung Barat”.
Djaja juga menjelaskan, lumbung-lumbung itu selain berfungsi menyimpan padi juga ada bahan pangan yaitu jagung. Dua komodity itu merupakan kebutuhan masyarakat yang paling mengemuka terutama pada saat-saat paceklik.
“Dengan demikian, pada saat paceklik tidak perlu ada kehawatiran akan terjadi rawan pangan karena lumbung-lumbung yang ada di beberapa kecamatan telah memberikan manfaat cukup baik. Kepada para kelompok pengelola terus diberikan motivasi agar tetap menjaga keberadaan dan fungsi lumbung pangan. Bahkan ke depan diharapkan lumbung-lumbung itu semakin memberikan manfaat yang bertambah luas kepada masyarakat dengan memperbanyak simpanan padi dan juga jagung”, tegas Djaja.
Sebetulnya, kata Djaja, wilayah kab. Bandung Barat merupakan salah satu wilayah yang surplus bahan pangan terutama padi. Karenanya akan sangat ironis jika ditengah kondisi surplus itu terjadi rawan pangan. Tetapi kita bersyukur ternyata di kab. Bandung Barat tidak terjadi kondisi rawan pangan, dan hal ini harus terus dipertahankan. Salah satunya adalah melalui upaya pengadaan lumbung-lumbung pangan. Ke depan direncanakan lumbung-lumbung pangan itu akan terus bertambah jumlahnya. Kalau bisa, di setiap kecamatan ada dua desa yang memiliki lumbung pangan.
Hal ini akan terus diusahakan secara bertahap. Untuk mewujudkan harapan ini, setiap tahun pada setiap musrenbang akan diajukan anggaran untuk pembangungan lumbung dan anggaan untuk pembelian gabah untuk mengisi lumbung-lumbung itu”, papar Djaja. (Teddy)













