Bandung, BEDAnews-
Ada perasaan suka saat seorang guru menyaksikan kesuksesan muridnya. Hal itu dirasakan Lisna Hernawati, guru Kimia di SMA Negeri 1 Margaasih Kabupaten Bandung ini. “rasa sumringah terpancar dai wajah teman-teman guru, usai rapat pleno kelulusan yang hasilnya 100 persen, berkat kerja keras semuanya, akhirnya anak didik kami bisa sukses menempuh Ujian Nasional (UN) ,” terang Alumni Pasca Sarjana UPI Bandung ini.
Alumni SMA Negeri Cimindi (13) Bandung ini lagi-lagi mengaku bangga, saat Miftahul Jannah kls XII IPA 3 siswa terbaik di SMAN 1 Margaasih, keterima di Polman jurusan tehnik mekatronika, Wahyu kls XII IPA 1, keterima bidik misi ITB FMIPA, dan Nanda Desta, di Universitas Brawijaya jurusan Teknologi Perikanan. Selain itu, muncul rasa harunya saat anak didiknya seratus persen lulus UN tahun ini. Dia berharap cita-cita muridnya tercapai, dapat meraih apa yang diimpikan. “Sebagai manusia biasa pasti dalam mengajar dan membimbing murid ada prilaku dan tutur kata yang menyakiti perasaan, tidak ada rasa benci dari kami para guru, kami hanya memberikan pelajaran dan bimbingan yang terbaik buat masa depan anak didik,” tuturnya.
Tak hanya rasa suka cita yang dialami Lisna, sebagai seorang guru ada rasa sedih yang mendalam ketika pada suatu waktu meliat nasib salah seorang murid yang kurang mampu menderita sakit dan dibawa pulang orang tuanya dari rumah sakit Orang tua nya memaksa pulang padahal pemeriksaan belum dilakukan, karena ketakutan bayar mahal biaya rumah sakit, meskipun sudah memegang Jamkesmas. “Saat menengok seorang murid, betapa haru perasaaan saya ketika melihat seorang murid di rumahnya terbaring lemah di tempat tidur, bahkan masih terlihat tangan bekas infus dengan kondisi keluarganya hanya ada rumah sekamar saja. Dalam hati saya berkata, kenapa kamu pulang nak bukankah seharusnya masih diopname, “ pungkasnya mengakhiri obrolan. (Bubun M)











