“Pada masa liburan sekolah, banyak keluarga yang memanfaatkan kereta api sebagai sarana transportasi untuk berwisata maupun mengunjungi sanak saudara. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak bermain di area jalur kereta api dan melakukan aksi vandalisme, termasuk pelemparan batu,” ujar Muhibbuddin pada Kamis (11/6/26).
Menurutnya, aktivitas bermain di sekitar rel kereta api maupun tindakan vandalisme seperti pelemparan batu sangat berbahaya. Selain dapat mengganggu perjalanan kereta api, tindakan tersebut juga berpotensi merusak sarana perkeretaapian, seperti kaca jendela kereta yang retak atau pecah.
Kerusakan tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan penumpang dan petugas yang berada di dalam kereta.













