BANDUNG, BEDAnews
Tahun 2030, ledakan penduduk (double population) diprediksi akan terjadi di Jawa Barat. Perkiraan tersebut muncul lantaran populasi penduduk di Jabar terus meningkat setiap tahunnya.
“Tahun 2012 saja, jumlah penduduk Jabar mencapai 43 juta jiwa, bila tidak dikendalikan, tahun 2030 Jabar akan mencapai hingga 90 juta jiwa,” ujar Rektor Universitas Padjajaran, Ganjar Kurnia dalam acara sosialisasi advokasi, KIE dan Kependudukan bersama BKKBN, di Jalan Sederhana Bandung, Senin(4/2).
Ganjar mengungkapkan, jika pemerintah tidak fokus dan kurang komitmen mengendalikan jumlah penduduk, double population ini bisa terjadi lebih cepat. Dan, lanjut Ganjar, jumlah penduduk yang tidak terkendali ini akan berefek terghadap semua sektor, seperti meningkatnya kebutuhan pangan, lalu lintas yang tidak teratur, kekurangan air dan banyak lagi persoalan lain yang akan ditimbulkan.
Di Indonesia, diperkirakan akan ada peningkatan jumlah penduduk usia kerja menjadi 170,9 juta pada 2015 mendatang. Jumlah tersebut akan terus meningkat hingga 195,2 juta pada 2020 dan hanya akan turun menjadi 191,5 juta pada tahun 2050.
Dengan adanya peningkatan jumlah tersebut, maka kebutuhan yang diperlukan pun akan semakin meningkat, belum lagi laju pertumbuhan itu akan berimbas pada sektor keamanan, pangan dan penataan daerah yang semakin tidak beraturan.
“Sudah saatnya Pemerintah mengambil langkah nyata untuk menanggulangi permasalahan kependudukan, terutama dengan mengusulkan anggaran untuk persoalan ini,” pungkas Ganjar. (Lanie)











