Mencintai Demak berarti berani bersuara ketika ruang hidup warga terancam. Kita ingin melihat Demak maju, namun kemajuan itu harus diukur dari seberapa kering lantai rumah warga Sayung, seberapa tenang nelayan melaut, dan seberapa sejahtera petani memanen hasilnya. Mengkritisi kebijakan yang membelakangi warga akar rumput adalah cara kita menjaga Demak agar tidak tenggelam—baik oleh air laut, maupun oleh kepalsuan janji-janji politik.***
Penulis adalah:
– Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir,
– Kandidat Doktor di Pascasarjana S3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Page 4 of 4













