*Bayang-Bayang Mavi Marmara dan Krisis Kepercayaan Global*
Dunia tentu belum melupakan insiden Mavi Marmara tahun 2010 ketika pasukan Israel menyerbu kapal bantuan kemanusiaan di Laut Mediterania yang menimbulkan korban jiwa dan kecaman internasional luas.
Peristiwa tersebut menjadi preseden penting bahwa operasi militer terhadap kapal sipil dapat berkembang menjadi krisis diplomatik global yang berkepanjangan.
Hari ini dunia kembali dihadapkan pada pertanyaan yang sama: apakah hukum internasional benar-benar diterapkan secara konsisten kepada semua negara? Ataukah hukum internasional hanya tampak tegas terhadap negara tertentu, namun menjadi lentur ketika berhadapan dengan kepentingan geopolitik negara kuat?
Pertanyaan inilah yang perlahan melahirkan krisis kepercayaan terhadap tatanan global modern. Dan ketika masyarakat internasional mulai kehilangan keyakinan terhadap konsistensi hukum internasional, maka sesungguhnya stabilitas global sedang memasuki fase yang sangat berbahaya.













