Dari kondisi di atas dapat kita pastikan terjadi kembali kekeliruan kebijakan mudik yang digagas oleh rezim kapitalis dalam menghentikan sebaran virus.
Mudik dilarang tetapi sebelumnya kelonggaran aktivitas dibolehkan dengan dalih memperbaiki ekonomi, masyarakat pulang pergi luar kota pun tak dilarang baik karena alasan rekreasi dll. Padahal aktivitas itu sama saja.
Makin tampak kebodohan yang ditunjukkan dalam membuat kebijakan yang akan diterapkan pada publik. Sistem kapitalis mengatasi masalah dengan mendatangkan masalah baru.
Kekecewaan demi kekecewaan yang dialami. Inilah cerita yang akan terus berulang selama masih hidup dalam kegelapan sistem kapitalis. Tak ada cahaya harapan kehidupan yang tenang dan damai. Selalu penuh penderitaan, kecewa dan kesulitan. Bukankah ini yang telah Allah SWT firmankan pada umat-Nya,













