Akademisi dan Peneliti
Menjadikan penelitian ini sebagai rujukan awal untuk mengkaji hubungan agama dan budaya lokal di pesantren. Kajian lanjutan dapat memperluas pendekatan teoritis atau melakukan studi komparatif di pesantren lain.
Pengembangan Studi Islam
Mendorong pendekatan kontekstual dalam memahami praktik keberagamaan masyarakat. Integrasi agama dan kearifan lokal dapat menjadi model praktik keberagamaan yang inklusif, dialogis, dan relevan.Penelitian ini menegaskan bahwa di ruang pesantren, agama dan budaya lokal tidak berbenturan. Keduanya bertemu, berdialog, dan bersama-sama membentuk identitas keberagamaan masyarakat yang hidup.***













