• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, April 19, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Kurikulum Cinta dan Ekoteologi: Menanamkan Spiritualitas dan Kepedulian Lingkungan Menuju Indonesia Emas 2045

Kurikulum Cinta dan Ekoteologi: Menanamkan Spiritualitas dan Kepedulian Lingkungan Menuju Indonesia Emas 2045

Hargib by Hargib
18 April 2025
in Edukasi
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Wawancara Eksklusif dengan: Prof. Dr. H. A. Rusdiana, MM/Pakar Manajemen Pendidikan UIN SGD Bandung-Pendiri/Pembina Yayasan Pendidikan Al-Misbah Cipadung Badung & Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat Cinyasag-Panawangan Kab. Ciamis-Jawa Barat

Di tengah transformasi pendidikan nasional yang berfokus pada Merdeka Belajar, muncul kekhawatiran akan berkurangnya dimensi kemanusiaan dan spiritual dalam proses pembelajaran. Teknologi berkembang pesat, tetapi empati dan tanggung jawab ekologis semakin tergerus. Di sinilah urgensi kurikulum cinta dan ekoteologi muncul sebagai penyeimbang. Dalam peringatan Dies Natalis ke-57 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menekankan bahwa pendidikan harus kembali ke akar kemanusiaan dan spiritualitas. Kurikulum cinta diarahkan untuk menghidupkan kembali nilai kasih terhadap Tuhan, sesama, lingkungan, dan bangsa. Sedangkan ekoteologi menyatukan nilai-nilai teologis dengan kesadaran menjaga alam sebagai bentuk ibadah. Meski Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas, namun integrasi cinta dan ekologi dalam pembelajaran masih bersifat sektoral dan tidak terstruktur nasional. Pelajaran agama masih cenderung normatif, belum menyentuh aspek rasa, cinta, dan tanggung jawab ekologis secara mendalam.

BeritaTerkait

Hari Jadi Kab. Bandung ke 385, Disebutkan Ketua DPRD Hj. Renie Rahayu Merupakan Momen Syukur dan Evaluasi Diri

19 April 2026

Refleksi Hari Jadi Kab. Bandung, kata Hj. Elin Wati Bisa Dijadikan Motivasi Kerja

19 April 2026
Page 1 of 5
12...5Next
Tags: ekoteologikepedulian lingkunganKurikulum cintaMenuju Indonesia Emas 2045Spiritualitas
Previous Post

Bedil Jepret, Engklek dan Egrang Meriahkan Kegiatan ‘Abdi Nagri Nganjang ka Warga’

Next Post

Tim Gabungan Tutup tambang Ilegal di Cianjur

Related Posts

Edukasi

Hari Jadi Kab. Bandung ke 385, Disebutkan Ketua DPRD Hj. Renie Rahayu Merupakan Momen Syukur dan Evaluasi Diri

19 April 2026
Edukasi

Refleksi Hari Jadi Kab. Bandung, kata Hj. Elin Wati Bisa Dijadikan Motivasi Kerja

19 April 2026
Edukasi

Inovasi Pertanian Cerdas Bawa Mahasiswa USB YPKP Bandung Juara Nasional

18 April 2026
Edukasi

Disperkimtan Hadiri Agenda Lanjutan Terdampak Banjir di Desa Panyadap

18 April 2026
Edukasi

Anggota DPRD Iman dan Iyep Hadir di PAW Kades Margaasih, Kadis DPMD Supardian Harap Kades Terpilih Bisa Totalitas

18 April 2026
Edukasi

Kata Camat Margaasih Djoko Mardianto: PAW Kades itu Sangat Istimewa

18 April 2026
Next Post

Tim Gabungan Tutup tambang Ilegal di Cianjur

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021