• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, Mei 10, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Kuota Belum Terisi: Orang Tua Secara Langsung Datang ke SD

Kuota Belum Terisi: Orang Tua Secara Langsung Datang ke SD

cut salsa by cut salsa
14 Juli 2022
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG. BEDAnews.com – Hasil evaluasi pengumuman tahap 2 PPDB Kota Bandung, didapati bahwa orang tua Peserta didik telah mendatangi SD Negeri maupun Swasta di Kota Bandung untuk melanjutkan pendidikannya sejak senin 11 Juli 2022 lalu.

Jaminan tidak ada pungutan maupun sumbangan saat pendaftaran, membuat orang tua proaktif dalam menindaklanjuti pengumuman PPDB Tahap 2 yang telah disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung melalui Website ppdb.bandung.go.id.

Sebagian besar orang tua Calon Peserta Didik telah secara langsung mendatangi SD di Kota Bandung yang kuotanya masih belum terisi.

Total ada 100 SD Negeri yang masih memiliki kuota untuk diisi oleh CPDB yang tidak lolos pada PPDB online tahap 1 dan 2, dimana data tersebut dapat diakses melalui laman PPDB. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar pada kamis, 14 Juli 2022.

BeritaTerkait

Bendahara DPD PAN Hj. Elin Wati Sampaikan Rasa Syukur atas Amanat Pimpinan

10 Mei 2026

Kopral FC Lanal Dabo Juara SPP Cup 2026, Taklukkan Della FC 4-1 di Final

10 Mei 2026

“Atas dasar pertimbangan jarak dan jalur tempuh, kami pantau orang tua telah secara langsung mendatangi SD-SD yang kuotanya masih belum terisi sejak senin kemarin. Mereka lebih condong untuk memilih sekolah pilihannya dibandingkan melalui proses penyaluran oleh sistem online. Penyaluran dilakukan berdasarkan radius terdekat,” jelas Hikmat.

“Untuk mengisi kuota yang masih belum terisi pun penetapannya oleh Kepala Sekolah melalui rapat dewan guru, jadi orang tua tentu akan menadaptkan hasil penerimaan yang lebih cepat,” imbuhnya.

Berbeda halnya dengan tingkat SMP, hasil Seleksi PPDB Kota Bandung Tahap 2, tidak menyisakan satupun kuota Peserta Didik di SMPN.

Sehingga orang tua mulai mendaftar ke SMP swasta, MTs maupun satuan Pendidikan non formal sederajat.

“Kami terus pantau untuk keberlanjutan Pendidikan Anak usia sekolah di Kota Bandung, pendataan kami lakukan melalui Sistem Manajemen Pendidikan dan juga rencananya akan dibantu dengan cara survei melalui wali kelas.” ucapnya.

Terkait dengan masih adanya SD Negeri di Kota Bandung yang minim pendaftar, secara sederhana Hikmat menjelaskan, hal tersebut terjadi karena dampak pergeseran demografis penduduk Kota Bandung.

Seperti yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik, berdasarkan hasil survei tahun 2020 menyatakan bahwa proporsi penduduk usia muda (0-14 tahun) mengalami penurunan karena adanya penurunan angka kelahiran.

Hasil survei mengatakan, jumlah anak yang lahir mulai tahun 2013 (usia 0-7 tahun) jumlahnya hanya 10,88% dari total Penduduk Indonesia.

“Tahun 1971 penduduk usia muda (0-14 tahun) mencapai 44,12% sedangkan tahun 2020 angkanya turun hingga 23,33%. Dari survei tersebut berdasarkan analisis sederhana kami, dapat disampaikan bahwa kekosongan satuan Pendidikan ini dikarenakan berkurangnya anak usia 7 tahun yang melanjutkan Pendidikan di tingkat SD,” papar hikmat.

Sama halnya dengan Kota/Kabupaten lainnya, sebagian besar SD di Kota Bandung, merupakan warisan kebijakan pembangunan SD Inpress pada tahun 1973-1978.

Saat itu dilakukan pembangunan SD secara nasional hingga mencapai 150 ribu SD untuk memenuhi kebutuhan Pendidikan bagi penduduk usia muda.

Selain banyaknya jumlah sekolah, lokasi sekolah pun menjadi salah satu faktor yang menjadi pertimbangan Orang tua dalam memilih Satuan Pendidikan.

“Hasil evaluasi kami ada beberapa SD di daerah tertentu yang mengalami kekurangan peserta didik selama 3 tahun terkahir. Namun demikian, kami akan kaji lebih dalam sebagai bahan pertimbangan Pemerintah Kota dalam upaya meningkatkan akses layanan Pendidikan,” tutur Hikmat. (Cut Salsa)

Previous Post

50 UMKM Promosi ke Toko Swalayan Difasilitasi Disdagin Kota Bandung

Next Post

Hari Bakti Adhyaksa Ke 62 Tahun, Kejati Jabar Isi Dengan Acara Bakti Sosial

Related Posts

Edukasi

Bendahara DPD PAN Hj. Elin Wati Sampaikan Rasa Syukur atas Amanat Pimpinan

10 Mei 2026
TNI-POLRI

Kopral FC Lanal Dabo Juara SPP Cup 2026, Taklukkan Della FC 4-1 di Final

10 Mei 2026
TNI-POLRI

MARINIR; WAASPERS PANGKORMAR BAKAR SEMANGAT PESERTA UJI KOMPETENSI PASIS DIKREG SESKOAL LXV DAN SESKOAD LXVII TAHUN 2026

10 Mei 2026
Ekonomi

Dukung Ketahanan Pangan, Dandim 0624/Kab. Bandung Siap Investasi 1.000 Ayam Petelur di Peternakan Binaan Koperasi MBS Baros

10 Mei 2026
Edukasi

KDM Hadir, Ketum PAN Zulhas ada, Pelantikan dan Rakornas PAN Semarak Penuh Semangat

10 Mei 2026
Ragam

SELAT HORMUZ DARURAT MERAH: MESIN PERANG AS-IRAN SEDANG MEMANAS

10 Mei 2026
Next Post

Hari Bakti Adhyaksa Ke 62 Tahun, Kejati Jabar Isi Dengan Acara Bakti Sosial

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021