Dalam kegiatan simulasi tersebut, Kadisdik Jabar Dewi Sartika berperan sebagai orang tua siswa. Ada beberapa tahap yang dia lakukan sampai pendaftaran selesai.
Lebih lanjut Ike mengatakan, kegiatan simulasi ini penting sekali agar para orang dan panitia PPDB dapat memahami prosedur dan persyaratan yang harus disiapkan.
Dalam kesempatan tersebut Ike, mengimbau kepada orang tua siswa untuk mempertimbangkan SMA yang dipilih dengan sebaik-baiknya, terutama jarak domisili ke sekolah yang diinginkan. Karena, lanjut dia, jarak tersebut menjadi kunci utama kelolosan siswa, setelah itu baru hasil Ujian Nasional (UN).
“Kalau nilainya sama, kemudian nanti yang dilihat siapa yang daftar paling dahulu, tapi persoalan bukan itu. Persoalan itu kemungkinan terjadi sangat kecil. Namun, yang paling penting itu orang tua harus paham sekolah mana yang paling dekat dengan domisili. Yang kedua, harus paham nilai anak itu berapa. Baru kalau nilai anak bagus, boleh milih jalur kombinasi ataupun prestasi. Itu paling penting,” jelas Ike.












