Secara umum masyarakat banyak mempertanyakan, jangan-jangan berbagai status tersangka seperti Pegi Setiawan ini hanyalah karena dipaksakan polisi semata. Apalagi kalau tidak ada perlawanan dari pihak tersangkanya.
Kemudian, bagaimana nasib dan masa depan delapan narapidana yang sedang menjalankan pidana seumur hidup terkait kasus pembunuhan Eki dan Vina? Apakah sikap kesembronoan oknum polisi ada kaitanya dengan “spirit de corps” korsa institusi Polri yang mendapat perhatian dan jadi anak emasnya penguasa?
Hal yang menarik dari kasus ini, salah satu mendiang sejoli tersebut adalah putra dari Kapolsek Kapetakan di Kabupaten Cirebon, Iptu Rudiana. Ini poin penting jika dikaitkan dengan nasib delapan narapidana. Ada apa dibalik tabir itu semua?
Di medsos viral adanya pengakuan salah satu narapidana. Katanya Iptu Rudiana sempat menganiaya mereka dengan paksa harus mengaku. Tapi di sisi lain juga viral tentang kasus ini dikaitkan dengan suatu kasus besar distribusi narkoba tertentu yang saat itu melibatkan keluarga korban.













