Deri juga menyoroti aspek akuntabilitas, di mana setiap tahapan seleksi harus terdokumentasi dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun substantif.
“Semua proses harus jelas, bisa diaudit dan sesuai aturan. Ini penting untuk menjaga kredibilitas hasil seleksi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya independensi pansel dalam menjalankan tugasnya.
“Panitia seleksi harus bebas dari tekanan dan konflik kepentingan. Kalau independensi terganggu, maka hasilnya juga akan diragukan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pengawasan dari lembaga terkait seperti Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga menjadi faktor penting untuk memastikan penerapan sistem merit berjalan optimal.
Menurut Deri, masukan yang disampaikannya, merupakan bentuk partisipasi publik dalam mendorong perbaikan tata kelola birokrasi, khususnya dalam proses pengisian jabatan strategis di lingkungan pemerintah daerah.













