Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan pengolahan sampah agar volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, melalui dukungan program LSDP, direncanakan adanya fasilitas pengolahan sampah dengan kapasitas sekitar 100 hingga 150 ton per hari.
Pengolahan tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. Dengan demikian, sampah yang masuk dan terolah melalui sistem sanitary landfill dapat ditekan hingga berada di kisaran 300 ton per hari.
“Dukungan program LSDP menjadi peluang bagi Kota Malang untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus memperpanjang usia operasional TPA Supit Urang,” katanya.













