Bandung, BEDAnews
Pemerintah Kota Bandung menargetkan tahun 2012 sebagai kota yang bebas dari anak jalanan. Dalam mewujudkan program tersebut, kota Bandung meluncurkan Program Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) jalanan berbasis kesehatan, pendidikan/seni budaya, hukum, rumah perlindungan anak dan pemberdayaan sosial kemasyarakatan.
Program Penanganan PMKS tersebut, secara resmi diluncurkan Walikota Bandung Dada Rosada beserta Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda, Senin (7/5) di kantor Sekretariat Lembaga Swadaya Masyarakat Insan Abdi Bangsa Republik Indonesia (LSM IABRI).
Pendidikan sangat penting untuk masa depan, untuk itu diharapkan semua anak di kota Bandung harus bisa sekolah. "Kami sangat mengapreasi LSM yang peduli terhadap anak jalanan, kiprahnya sangat membantu pemerintah," ujar walikota.
Menurut Dada Rosada, keterlibatan LSM-LSM dalam ikut serta mengangani anak jalanan, merupakan langkah mulia dan bermanfaat. Tugas pemerintah melayani dan melindungi masyarakat termasuk mengurus anak jalanan dan beban pemerintah terkurangi dengan hadirnya LSM-LSM peduli anak jalanan.
“Sangat bodoh apabila pemerintah tidak membantu LSM yang telah membantu pemerintah menangani anak jalanan," tegas Walikota.
Diakui walikota, ada kekurangan penanganan dari pemerintah, sehingga perlu ada tempat untuk melakukan pembinaan, baik pembinaan darurat maupun pembinaan lebih lanjut. “Di LSM ini (IABRI) dilakukan pembinaan yang lebih lanjut terencana, untuk itu saya berharap dan mudah-mudahan tidak hanya pak Edi saja tapi juga yang lain,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua LSM IABRI Edi Nuryakin mengungkapkan bahwa di kota Bandung tercatat ada sekitar empat ribu lebih anak jalanan. Untuk itu dirinya mengajak semua pihak untuk bersama-sama bergandeng tangan membantu penderitaan mereka.
Sebab tambah Edi Nuryakin, jika anak jalanan tidak dibantu dan ditangani, akan menjadi beban negara dimasa depan dan tanpa pendidikan akan menjadi generasi yang mudah terprovokasi. (Her)











