Bandung, BEDAnews
Semangat Kebangkitan Nasional merupakan bentuk perlawanan terhadap kekuasan kolonial Belanda yang tidak manusiawi dan tidak adil, sekaligus penegasan tekad bangsa untuk bebas dan merdeka dari belenggu kolonialisme dan imperialisme.
Peringatah hari kebangkitan nasional (harkitnas), sebagai momentum untuk menyegarkan kembali semangat nasionalisme dengan memadukan segenap potensi tanpa memandang asal-usul, etnis golongan dan agama.
Hal itu diungkapkan walikota Bandung Dada Rosada, Senin (21/5) saat upacara peringatan 104 tahun Harkitnas Tingkat Kota Bandung di Plaza Balai Kota, yang dihadiri unsur Forum Komunikasi Musyawarah Pimpinan Daerah, sejumlah pejabat publik dan anggota DPRD, PNS di Lingkungan Pemkot, sejumlah ormas/OKP, Pelajar, Mahasiswa, PNS dan LVRI.
Menurut Dada, persoalan sesungguhnya yang dihadapi saat ini, adalah menghindari keterjajahan dalam bentuk lain yang disebabkan adanya ketimpangan bidang sosial ekonomi dan rapuhnya kemandirian bangsa.
“Kebangkitan suatu bangsa tidak dapat dinilai sekedar dari menguatnya semangat perubahan, tetapi berkaitan dengan kemampuan menggalang, mengolah dan meyelaraskan berbagai potensi demi kepentingan yang lebih luas’” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dada menyerukan kepada pemuda-pemuda bangsa untuk membangun kota Bandung bersama-sama. Tugas pemerintah menurutnya adalah menyelesaikan permasalahan-permasalahan kesejahteraan, juga mencerdaskan kehidupan bangsa dan melindungi bangsanya termasuk masyarakat dan warganya, hanya saja sampai saat ini potensi pemerintah tidak terlalu banyak.
“Oleh karena itu dengan bermitra dengan masyarakat, hari ini saya mengajak pemuda untuk bersama sama membangun, dimulai membangun dirinya, kelompok, masyarakat lebih luas dan bersama sama membangun kota bandung untuk melaksanakan pelayanan publik dengan sebaik-baiknya,” ujar Dada. (Heru)











