Bandung, BEDAnews
Kinerja Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jabar yang dipimpin oleh istri Gubernur Netty Heryawan, dipertanyakan dalam menangani korban trafficking atau perdagangan orang.
Forum Solidaritas Masyarakat Indonesia (FSMI) dan Forum Rakyat Garut (FRG) dan Massa yang sebagian merupakan orangtua dari para korban trafficking, berasal dari warga Garut, mempertanyakan hal itu dalam aksi unjuk rasanya ke DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro Bandung, Selasa (18/9).
Koordinator aksi Mulyono menyebutkan, sampai sekarang banyak korban trafficking yang tidak ditangani oleh P2TP2A. Padahal para korban itu membutuhkan pemulihan mental, pembekalan keterampilan serta berbagai hal lain.
“P2TP2A yang 2011 mendapat anggaran sebesar Rp. 50 M, Kinerjanya tidak dirasakan oleh mereka-mereka ini yang merupakan korban trafficking. Padahal P2TP2A punya anggaran yang cukup besar,” Diungkapkan Mulyono.
Mulyono mengklaim, korban yang datang melakukan aksi hanya sebagian kecil dari korban trafficking yang tidak mendapat penangganan P2TP2A. "Kalau ditotal jumlah yang tidak mendapat penanganan (P2TP2A) ini lebih dari 500 orang se-Jabar," ungkapnya. (Hermanto)












