CIMAHI, BEDAnews
Korban banjir di RW 02 Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan, melaporkan Aji M Yusuf karyawan PT. Dewasutratex ke polisi, gara-gara merusak bronjong pembatas air yang berakibat warga RW 02 mengalami kebanjiran.
“Karena merusak fasilitas umum, akhirnya Aji dilaporkan Agus Zakaria, warga RW 02 Kelurahan Melong ke Polsek Cimahi Selatan, karena akibat perbuatannya saat hujan lebat tiba pada Jum’at 11 Januari 2013, air yang tertahan bronjong melimpah ke pemukiman warga RW 02, Aji dilaporkan warga RW 02 ke Polsek Cimahi Selatan,“ kata Plt Lurah Melong Suparyani, usai pertemuan antara warga RW 02 dengan RW 01 kelurahan Melong, Senin (21/1).
Pada Jum’at 11 Januari tersebut, Aji merusak bronjong tanggul penahan air, sehingga mengakibatkan banjir di RW 02 Kelurahan Melong, hal itu mengundang kemarahan warga, sehingga Aji pun dilaporka ke polisi. Namun. Pada Senin (21/1) siang dilakukan musyawarah antara warga RW 01 dan RW 02 Kelurahan Melong.
Musyawarah dihadiri pula oleh perwakilan dai Bimas dan Babinsa Kelurahan Melong. Dalam kesepakatan yang dilakukan, akhirnya pelapor mencabut aduannya kepada polisi, sedangkan Aji berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Dilain pihak, Sutarman, warga RW 01 Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan, menyebutkan banjir yang terjadi di RW 01 dan RW 02 kelurahan Melong diakibatkan oleh penyempitan aliran sungai, akibat pembangunan sejumlah perusahaan yang tak terkendali, akibatnya wilayah Melong sering mengalami banjir saat musim hujan tiba.
“Akibat pembangunan pabrik di lokasi kami, sungai mengalami penyempitan, sehingga tak mampu menahan luapan air, padahal dulu sejak belum banyak pabrik di wilayah kami tidak pernah mengalami banjir,” sebutnya.
Selain meminta perhatian kepada pemkot Cimahi, wargapun pernah mengajukan bantuan kepada Jasa Marga, karena pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah warga mengakibatkan tersumbatnya air dan banjir pun tak terhindarkan. “Sekitar satu setengah bulan lalu, kami pernah mengajukan permohonan bantuan kepada Jasa Marga, namun hingga kini belum ada jawaban,” tandasnya.
Sedangkan Kepala Dinas Sosial Tenaga Ketja dan Transmigrasi Kota Cimahi, Effi Akhmad mengatakan, pihaknya tak memiliki anggaran khusus untuk banjir Melong. Yang ada hanyalah melakukan penyaluran bantuan pasca banjir.
”Kami hanya melakukan penyaluran bantuan yang diberikan Dinas Sosial Provinsi Jabar untuk warga Melong, itupun atas laporan yang disampaikan kepala kelurahan setempat,” kata Effi kepada wartawan.
Pasca banjir Melong, pihaknya sudah mendistribsuikan bantuan kepada warga berupa sembako dan pakaian, juga peralatan pompa air dai pemkot Cimahi. “Penanganan banjir Melong harus dilakukan terintegrasi antara Pemerintah Kota Cimahi, Pemkab Bandung, Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar, karena lokasi banjir berbatasan dengan wilayah tersebut,” pungkasnya. (Bubun)











