Pekan lalu (29/10/2020) Indonesia dikunjungi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo yang disambut langsung Menlu Retno Marsudi di Jakarta. Dalam pertemuan itu dibahas tentang kondisi memanasnya Laut Cina Selatan yang telah lama diklaim sebagai wilayah Cina.
Sebagaimana diketahui bahwa kapal patroli Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Cina kerap mengganggu Indonesia dengan memasuki zona maritim NKRI di Kepulauan Natuna. Aparat militer Indonesia tak bisa berbuat banyak karena Beijing menyatakan wilayah tersebut masuk dalam zona bebas terkait klaim sembilan garis putus-putus (nine dash line). Kapal penjaga Indonesia hanya bisa berupaya mengusir mereka. (GalamediaNews.com, Minggu, 1/11/2020)
Ada Udang di Balik Batu
Rupanya kunjungan Pompeo tak sekedar mengajak Indonesia menolak klaim yang dilakukan Cina. Namun, Pompeo hendak mengajak kerja sama dengan cara baru agar bisa memastikan keamanan maritim serta melindungi rute perdagangan di Laut Cina Selatan sebagai rute tersibuk di dunia berada dalam genggaman AS. Dan secara tidak langsung Pompeo ingin memperlihatkan bahwa AS-lah yang berhak atas wilayah tersebut bukan Cina.













