Saraswati menambahkan, keberadaan Studio Alam Gamplong memiliki efek berganda (multiplier effect) yang luas, tidak hanya bagi sektor ekonomi kreatif, tetapi juga sektor lain seperti kuliner (F&B) dan kriya. Menurutnya, konsep seperti ini sebenarnya telah berkembang di luar negeri, namun patut diapresiasi karena berhasil diwujudkan oleh pelaku lokal di Indonesia.
Lebih lanjut, ia menyoroti persoalan keberlanjutan (sustainability) dalam pengembangan inisiatif ekonomi kreatif di Indonesia. Ia menyayangkan kurangnya perhatian terhadap pengembangan lanjutan meskipun lokasi tersebut pernah diresmikan oleh pemerintah (red-Presiden Jokowi).
“Kita melihat ada persoalan keberlanjutan. Padahal yang kita lihat di sini adalah keterlibatan dan kegigihan masyarakat, benar-benar dari rakyat untuk rakyat,” ungkapnya.













