“Awalnya untuk syuting, tapi ternyata masyarakat yang datang dan membuat tempat ini menjadi viral. Dari situ dampaknya terasa ke ekonomi warga,” jelasnya.
Ia menambahkan, konsep kawasan yang mengusung arsitektur era 1800 hingga 1950 sengaja dipilih untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung, sekaligus memperkuat identitas sebagai wisata sejarah.
“Saya ingin orang yang datang ke sini merasakan bagaimana kehidupan masa lalu, bagaimana kakek-nenek kita hidup. Itu pengalaman yang ingin kami tawarkan,” katanya. (Ayu).
Page 5 of 5













