“Komisi VI ingin memastikan bahwa pengelolaan risiko tidak hanya terkait kondisi alam dan teknis pembangunan, tetapi juga risiko keuangan dan pembiayaan. Mengingat banyaknya BUMN yang terlibat, maka pengelolaan keuangan harus dilakukan secara akuntabel dan professional,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anggia beserta pimpinan dan anggota Komisi VI DPR RI yang hadir langsung di IKN mengapresiasi progress Pembangunan IKN yang dilakukan oleh Otorita IKN beserta BUMN dan stakeholder terkait.
Pihaknya berharap koordinasi dan sinergi Otorita IKN dan BUMN serta stakeholder terkait tersebut akan membuat pembangunan Ibu Kota Nusantara berjalan sesuai rencana, akuntabel, transparan dan berkelanjutan. Serta ke depan dapat memberikan manfaat nyata bagi pemerataan pembangunan nasional, juga kesejahteraan rakyat.











