Ditambahkannya, dalam memahami dunia maya sebelum akhirnya kita terjun akan bisnis, harus memahami etika-etika dalam dunia maya. Etika di sini misalnya, pertama adalah jangan menyudutkan orang lain.
Kedua jangan menyinggung perasaan orang lain, ketiga jangan mengompori. Keempat jangan mau mengadu domba, kelima jangan mengkambinghitamkan dan yang paling utama adalah jangan menulis ketika sedang marah. “Menulislah dengan baik dan hal-hal bermanfaat,” tutur dia.
Sikap lain yang penting untuk dijaga dalam bisnis di era digital, kata dia, antara lain sifat yang dicontohkan Rasulullah yaitu qawiyun amin (kuat dan dapat dipercaya), hafiidzun ‘alim (amanah dan berpengetahuan luas), mempunyai sifat bathatan fil ‘Ilmi wal jism (kekuatan ilmu dan fisik), serta sifat ra’uufun rahiim (santun dan pengasih). “Dengan modal sifat ini maksimalkan potensi dan teknologi informasi. Untuk meraih masa depan yang gemilang,” kata dia.











