Lebih lanjut Aat yang juga anggota Komisi Infokom MUI ini, mengajak anak-anak muda khusunya untuk bangkit secara ekonomi pascapandemi yaitu dengan bertransformasi secara digital.
Dia menyebutkan, faktanya secara umum sebelum adanya pandemi usaha kecil dan menengah umumnya lemah di permodalan,lemah di manajemen, lemah di teknologi dan infomasi, dan lemah dalam akses pasar.
Menurutnya, arah baru bisnis UMKM di era revolusi 4.0 ini yang secara konvensional beralih ke era digital. Contoh dari dampak kasus ini adalah perusahaan taksi di Jakarta berguguran menurut Organda dari 32 perusahaan sisa empat perusahaan lagi.
Begitupun mengenal teknologi finansial, pembayarannya sekarang bisa melalui grab pay dan gopay dan sebagainya. Semua transaksi dilakukan secara digital. Termasuk dalam hal ini perbankan juga melakukan semua aktivitas pelayanan melalui digital.












