Ia juga menekankan pentingnya keberadaan lubang kontrol dan saluran masuk air di sepanjang jalan dan trotoar. Tanpa sistem tersebut, genangan akan terus terjadi dan berpotensi menyebabkan banjir kota, terlebih saat volume air besar mengalir ke sungai tanpa pengendalian yang memadai.
Selain itu, Agus Hermawan menyoroti pengelolaan sumber daya air, termasuk kolam retensi dan pemanfaatan air tanah, terutama di tengah pesatnya pembangunan hotel dan kawasan komersial di Kota Bandung. Menurut Agus Hermawan, kolam retensi dapat menjadi solusi banjir sekaligus cadangan air jika dikelola secara optimal dan terhubung dengan seluruh saluran air di sekitarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung, Agus Andi Setyawan, menekankan pentingnya penguatan regulasi dan kesesuaian program DSDABM dengan RPJMD hingga 2029. Ia menilai permasalahan banjir dan genangan merupakan persoalan klasik yang harus diselesaikan secara terencana dan terukur.












