Lebih lanjut, Arzeti memaparkan tiga pilar utama yang menjadi landasan pelaksanaan program, yaitu kualitas makanan yang memenuhi standar gizi, pengkondisian lapangan agar distribusi berjalan tepat sasaran, serta kesesuaian standar operasional dengan regulasi yang berlaku. Ia menegaskan bahwa pengawasan dan evaluasi berkelanjutan menjadi kunci agar program tetap terjaga kualitas dan keamanannya.
Program MBG sendiri menyasar anak-anak sekolah, ibu hamil dan menyusui, balita, serta lansia. Dengan pendekatan yang komprehensif, program ini diharapkan mampu meringankan beban keluarga sekaligus menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menutup sambutannya, Arzeti mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung percepatan pelaksanaan program dengan tata kelola yang baik dan semangat kebersamaan. “Program ini harus segera dijalankan demi menciptakan generasi Indonesia yang sehat secara fisik dan cerdas dalam berpikir,” pungkasnya.













