“Di pemukiman Braga ini banyak sekali mural dengan ragam tema. Misal, pemukiman satu bertema perjuangan, lalu ada pepohonan, dan lain sebagainya. Itu pun hasil dari kolaborasi berbagai pihak,” jelasnya.
Rencana selanjutnya, Willy menginginkan adanya ‘barcode’ di depan gedung-gedung yang ada di Braga.
“Kami sedang mengupayakan optimalisasi digital. Inginnya, setiap gedung itu ada ‘barcode’ yang dapat diakses siapapun untuk mengetahui sisi sejarahnya sehingga tetap memberi sentuhan edukasi di tengah rekreasi,” kata Willy.
Melihat potensi yang ada di Braga, Cofounder Rukun, Yuyus Hidayat meyakini dapat mewadahi potensi tersebut menggunakan aplikasinya. Hal tersebut akan menjadi peluang yang sangat besar.
“Mimpi besar rukun itu semua potensi yang ada di setiap wilayah dapat diketahui warganya. Terlebih di Braga itu sangat berguna untuk meningkatkan citra. Bisa dikolaborasikan dalam aspek pariwisata, ekonomi, sejarah, dan juga pendidikannya,” ujar Yuyus.













