Kab. Bandung, BEDAnews
Kodam III Siliwangi kembali menyelenggarakan Pembelajaran Pendahuluan Bela Negara (PPBN) di Pesantren Al Falah 2 di Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nagrek, Kabupaten Bandung. Kegiatan PPBN ini merupakan program rutin Kodam III Siliwangi sekaligus ajang silaturahmi Pangdam III/Siliwangi yang baru Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim.
Bersama pimpinan Pondok Pesantren Al Falah, KH. Ahmad Syahid, PhD, Pangdam III Siliwangi membuka Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) bersama Bupati Bandung Dadang Nasser, Senin (16/9/2013).
Dalam sambutannya, Pangdam menyatakan kegiatan PPBN ini merupakan rangkaian kegiatan yang telah dirintis pimpinan sebelumnya. “Sebagai lembaga pendidikan, pondok pesantren merupakan wadah generasi muda sekaligus bersama untuk membangun bangsa melalui jalur keagamaan," kata Pangdam.
Meski begitu Pangdam membantah jika PPBN diselenggarakan untuk memberantas terorisme. "Terorisme itu dimana saja bisa terjadi. Itu bahaya laten, jadi dimana saja. Mungkin di pesantren itu ada titik lemah yang bisa disusupi. Tapi, pada dasarnya teorisme bisa terjadi di semua lingkungan," paparnya lagi.
Menurutnya, Kodam III Siliwangi menggelar PPBN tidak menjurus ke arah itu. Berdasarkan tempatnya, PPBN digelar di tempat pendidikan, masyarakat, dan di lingkungan pekerjaan.
"Untuk lingkungan Pemda dan masyarakat kita sudah menyelenggarakan. Sekarang, kebetulan yang terpilih itu di Pontren ini. Nanti, minggu keempat kita akan melaksanakan pengetahuan tentang wawasan kebangsaan pemuda di Karawang," terang Pangdam.
Dia menyebutkan, teroris sebetulnya tidak berkaitan dengan pesantren. Buktinya, kata dia, banyak teroris yang terjun ke masyarakat menyamar sebagai pegawai. Pihaknya pun mengharapkan kaum muda memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Sebab, di tangan kaum muda, masa depan bangsa berada. Untuk itu, mereka harus berilmu dan bisa memimpin. (Lanie)











