Kepala Kejati Daerah Khusus Jakarta, Dr. Patris Yusrian Jaya, yang menekankan profesionalisme dan integritas. Bidang Datun juga telah melaksanakan 169 kegiatan pelayanan hukum gratis, 264 kegiatan pertimbangan hukum dan 7 kegiatan Tata Usaha Negara.
Bidang pidana khusus berhasil mengembalikan kerugian negara akibat perkara tindak pidana korupsi dan pidana khusus lainnya sebesar Rp. 592 Miliar dan USD 10.000. Pada tahun 2024, bidang pidana khusus telah melaksanakan penanganan tindak pidana korupsi dengan rincian sebagai berikut.
1. Penyelidikan: 32 perkara,
2. Penyidikan: 41 perkara
3. Pra Penuntutan: 58 perkara,
4. Penuntutan: 122 perkara,
5. Eksaminasi: 24 perkara Bidang pidana umum berhasil melaksanakan penanganan perkara Restorative Justice sebanyak 40 perkara dengan presentase 80% dari target. Jumlah penanganan perkara bidang pidana umum pada tahun 2024 diuraikan sebagai berikut.
1. SPPD
– Jumlah perkara masuk: 7.504 perkara,
– Jumlah perkara selesai: 7.334 perkara,
2. Pra-Penuntutan
– Jumlah perkara masuk: 7.519 perkara,
– Jumlah perkara selesai: 6.770 perkara,
3. Tahap-I
– Jumlah perkara masuk: 5.596 perkara,
– Jumlah perkara selesai: 4.659 perkara,
4. P21
– Jumlah perkara masuk: 4.659 perkara,
5. Penuntutan
– Jumlah perkara masuk: 4.349 perkara,
– Jumlah perkara selesai: 4.286 perkara,
6. Eksekusi
– Jumlah perkara yang berhasil dieksekusi: 4.578 perkara.













