PB Mathla’ul Anwar, lebih lanjut meminta aparat penegak hukum, untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini, termasuk memeriksa pihak yang merancang, memerintahkan, menyelenggarakan dan menjalankan gimmick tersebut.
“Kami meminta polisi bertindak tegas. Jangan berhenti pada klarifikasi. Usut siapa yang bertanggung jawab dan proses secara hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran. Jangan sampai pembiaran hari ini menjadi preseden bahwa ayat-ayat suci boleh dipermainkan demi viralitas dan keuntungan bisnis,” tegasnya.
PB Mathla’ul Anwar juga meminta pihak penyelenggara dan pemilik atau pengelola promosi tersebut memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban secara terbuka kepada publik dan umat Islam harus menyikapi persoalan ini secara bermartabat dan menyerahkan proses hukum kepada aparat.













