Kegiatan latih tanding (baik try in maupun try out) harus mulai intensif digalakkan. baik oleh para klub-klub atau dojang, apalagi oleh para pengurus, baik di Pengkab/ Pengkot, terutama di Pengprov yang secara khusus memproduksi program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) untuk menghadapi PON dan Kejurnas.
Setiap klub-klub di wilayah-wilayah terdekat melakukan sinergi dan kolaborasi untuk melakukan kegiatan bersama berupa latih tanding dan program-program sinergis lainnya.
Dengan jumlah terbatas, namun dilakukan secara intensif dan kontinyu, dirinya yakin problem latihan pembinaan dan pengembangan serta prestasi untuk disiplin Kyorugi dan Poomsae bisa di atasi dengan baik.
“Program-program seperti ini akan meningkatkan sarana timbal balik, menambah pengalaman, khususnya mengenai transformasi pengetahuan tentang orientasi pembinaan skill, mental dan tata kelola manajemen pengembangan dan kepelatihan taekwondo. Khususnya untuk kategori Kyorugi agar mulai secara selektif dan ketat di aplikasikan kembali ke suasana kompetisi yang sebenarnya. Seperti yang telah kita lakukan pada kegiatan try out nasional di Bali beberapa waktu yang lalu. Kompetisi/latih tanding secara terbatas dengan peserta terbatas untuk disiplin Kyorugi harus mulai marak dan massif digelar tahun ini,” tegas Ketua Umum PBTI.













