“BSG harus memastikan jaminan kesehatan pegawai tetap berjalan. Jika reimburse tidak diganti, kondisi keuangan pegawai bisa terganggu, yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas kerja. Terlepas dari aturan internal, kebijakan terkait kesehatan pegawai seharusnya merujuk pada regulasi pemerintah dan prinsip win-win solution,” jelasnya.
Haris juga mengkhawatirkan bahwa kasus ini mungkin tidak hanya dialami oleh satu pegawai.
“Bisa saja kasus serupa dialami pegawai lain, hanya saja mereka memilih diam,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengapresiasi upaya BSG dalam menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit guna memastikan layanan kesehatan bagi pegawainya.
“Langkah kerja sama BSG dengan beberapa rumah sakit, seperti RS Advent Manado, tentu patut diapresiasi. Namun, dalam kasus tertentu, seharusnya ada kebijakan yang lebih fleksibel,” ujar Haris.











