“Sebagai gabungan dari beberapa seni yang luar biasa, tentu kita tidak heran, bila wayang menjadi media komunikasi yang terbukti efektif melakukan diseminasi pesan dan informasi di semua peradaban,” ujar LaNyalla, Sabtu (10/12/2022).
LaNyalla menjabarkan, pada era penyebaran agama Hindu di tanah Nusantara, dikenal pertunjukkan wayang yang menggunakan cerita Ramayana dan Mahabharata.
Di zaman Islam, Walisongo juga menggunakan Wayang sebagai medium penyebaran agama Islam. Hingga kita kenal adanya Wayang Sadat yang secara khusus memperkenalkan nilai-nilai Islam.
Begitu pula dengan Misionaris Katolik yang mengembangkan Wayang Wahyu, dengan sumber cerita yang diadopsi dari Alkitab.
“Begitu kuatnya wayang sebagai sebuah medium komunikasi, juga terbukti hingga hari ini, masih terus berlangsung proses regenerasi dari pegiat budaya wayang, mulai dari dalang, sinden, hingga pembuat wayang dan lainnya, termasuk pemerhati dan penonton wayang,” tutur LaNyalla.













