“Kemudian yang terjadi adalah bagi-bagi kekuasaan dan Partai Politik melalui Fraksi di DPR RI menjadi legitimator kebijakan pemerintah. Berkongsi dalam politik sebenarnya wajar. Tetapi menjadi jahat, ketika kongsi dilakukan dengan mendesain hanya agar hanya ada dua pasang kandidat Capres-Cawapres, yang bisa benar-benar berlawanan dan memecah bangsa, atau sebaliknya bisa pula seolah-olah berseteru,” papar Senator dari Jawa Timur itu.
Dalam kegiatan yang digelar Poros Sahabat Nusantara (POSNU) dengan tema ‘Pemuda Memahami Kebutuhan Negara Dalam Konteks Amandemen Konstitusi’, LaNyalla menyampaikan perlunya memperbaiki sistem ekonomi negara ini. Sebab sejauh ini keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum terwujud.
LaNyalla bukan asal bicara terkait hal itu. Namun dia sendiri sejak dilantik sebagai Ketua DPD pada Oktober 2019 lalu sudah keliling ke seluruh Indonesia untuk melihat dan mendengar secara langsung aspirasi dan permasalahan yang dihadapi daerah dan stakeholder yang ada di daerah.













