Bandung, BEDAnews
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI–P) Jawa Barat, mengancam untuk membubarkan diri struktur kepengurusan DPD PDI Perjuangan Jawa Barat saat ini, apabila upaya pemecatan Ketua DPD PDI–P Jabar, Rudy Harsa Tanaya oleh DPP PDI–P tidak sesuai dengan mekanisme yang ada.
Sekretaris DPD PDI–P Jawa Barat, Ir. Herry Mei Oloan yang juga Ketua Fraksi PDI–P di DPRD Jabar, dalam keterangannya kepada wartawan Kamis (6/9) di ruang Fraksi PDI–P menyatakan, bila benar Rudy Harsa dipecat oleh DPP dari jabatannya sebagai Ketua DPD PDI–P Jabar tidak sesuai dengan mekanisme peraturan partai, maka seluruh pengurus DPD otomatis dibubarkan.
“DPD menganggap keputusan ini tidak sesuai dengan mekanisme partai, artinya pak Rudi diberhentikan tidak sesuai dengan aturan main partai, maka seluruh pengurus DPD otomatis dibekukan. Karena bagaimanapun proses pemilihan ketua itu tidak terpisahkan dari kepengurusan,” jelas Herry.
Hal ini lanjut Herry, dilakukan karena secara etika politik, bila Ketua dipecat berarti seluruh kepengurusan dibubarkan karena pemilihan pengurus DPD satu paket walau tidak ada dalam peraturan. Mekanisme organisasi di dalam pemilihan, Ketua DPD dipilih oleh mekanisme partai mulai dari tingkat ranting, PAC, DPC sehingga tersusunlah kepengurusan DPD.
Dikatakan Ketua Fraksi PDI–P DPRD Jabar ini, bahwa pembubaran kepengurusan DPD ini akan mereka lakukan setelah terbitnya SK Pemecatan Rudy Harsa Tanaya yang hingga saat ini belum mereka terima.
Menurutnya, berita rencana pemecatan Rudy Harsa Tanaya tersebut disampaikan oleh Sekretaris DPP PDI Perjuangan, Tjahyo Kumolo kepada Rudy Harsa, Senin (3/9) di kantor DPP PDI–P Jakarta. Rudy Harsa dalam kesempatan itu didampingi oleh, Idris Yusuf Lubis dan Sekretaris, Matius Tandiontong.
Sampai saat ini Herry menyatakan tidak tahu persis apa alasan DPP PDI–P untuk memecat Rudy Harsa yang mereka kenal sebagai pejuang murni PDI–P, bahkan Rudy adalah orang yang taat kepada DPP. Rudy juga salah seorang ”pemilik saham”di PDI–P dan pendiri PDIP, ungkap Herry.
Bila benar SK pemecatan Rudy akan turun, Herry sangat menyesalkan karena ini sangat merugikan PDIP sendiri. “Secara nasional, Jawa Barat adalah lumbung suara pada Pilpres. Jadi bila DPD PDI–P Jawa Barat diobok-obok oleh DPP PDI–P, kasihan para pejuang dan kader murni partai berlambang banteng moncong putih ini,” katanya.
Perlu diwaspadai adanya oknum-oknum DPP yang bermain api yang akan menghancurkan partai ini. “Secara pribadi, saya mengenal betul prinsip ibu Megawati, orangnya konsekwen dan tidak mau menghancurkan partai sendiri,” terang Herry. (hermanto)












