Sementara itu, tim Ridwan Kamil-Siswono mengklaim sebaliknya. Mereka menyebut bahwa Pramono-Rano hanya memperoleh 49,28 persen, sehingga Pilkada harus dilanjutkan ke putaran kedua.
Real Count KPU, paling lambat 12 Desember 2024, akan memutuskan. Quick Count tak lagi bisa memprediksi secara bertanggung jawab.
“Seperti layar lebar yang sudah merampungkan cerita di semua daerah, Jakarta tetap menyisakan adegan terakhir, menunggu Real Count KPU sebagai sutradara yang menutup babak final pada 12 Desember 2024 nanti.”
-000-
Pertanyaan lain lahir tak kalah menghentak: Mengapa Ridwan Kamil yang diendorse oleh Jokowi dan Prabowo kalah di Jakarta? Apakah pengaruh kedua tokoh besar ini mulai pudar?
Jawabannya, yang menentukan kemenangan itu bukan endorsement, melainkan bekerjanya mesin politik.












