Namun ironisnya, perjuangan besar itu sering berlangsung dengan sumber daya yang sangat terbatas. Banyak pesantren masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar pendidikan. Para guru mengajar dengan pengabdian yang jauh melampaui penghargaan yang mereka terima. Sementara berbagai persoalan sosial masyarakat hampir selalu bermuara kepada para kiai untuk dicarikan jalan keluarnya.
Pengabdian mereka menjadi fondasi kokoh yang selama ini menjaga NU tetap dipercaya masyarakat.
*Ketika Kekuasaan Menjadi Godaan*
Tidak ada yang salah apabila warga NU berkiprah dalam pemerintahan. Sejak dahulu banyak kader NU yang menjadi pejabat negara dan memberikan kontribusi besar bagi bangsa.
Yang perlu diwaspadai adalah ketika orientasi organisasi perlahan bergeser. Ketika kedekatan dengan kekuasaan lebih dihargai daripada kedekatan dengan umat. Ketika akses politik menjadi ukuran keberhasilan organisasi. Dan ketika jabatan dipersepsikan sebagai tujuan, bukan sebagai sarana pengabdian.













