Kedua realitas ini tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Sebab apabila dibiarkan, jarak antara pesantren dan pusat pengambilan keputusan organisasi akan semakin melebar.
Padahal sejak awal kelahirannya, NU dibangun bukan untuk mengejar kekuasaan, melainkan untuk menjaga agama, mendidik umat, dan merawat Indonesia.
*Kiai: Garda Terdepan Penjaga Bangsa*
Selama hampir satu abad, kekuatan utama NU tidak pernah berada di gedung-gedung megah ataupun di ruang kekuasaan. Kekuatan itu berada di pesantren.
Di sanalah karakter bangsa dibentuk. Di sanalah nilai Ahlussunnah wal Jamaah diwariskan. Di sanalah nasionalisme dipupuk tanpa harus dipertentangkan dengan nilai-nilai keislaman.
Para kiai sesungguhnya adalah penjaga garis depan kehidupan bangsa. Mereka menghadapi tantangan yang tidak ringan: kemiskinan, keterbelakangan pendidikan, penyalahgunaan narkoba, radikalisme, disintegrasi sosial, hingga degradasi moral generasi muda.













