Pada titik inilah muncul kekhawatiran bahwa sebagian elit lebih sibuk mengelola relasi politik daripada memperkuat basis pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi warga NU.
Jika kecenderungan ini terus berkembang, maka yang melemah bukan sekadar citra organisasi, melainkan juga kepercayaan masyarakat.
*Khittah 1984 Bukan Dokumen Sejarah*
NU pernah mengambil keputusan besar melalui Khittah 1984.
Keputusan itu bukan bentuk menjauh dari kehidupan berbangsa, melainkan upaya menjaga independensi moral organisasi agar mampu menjadi penyejuk bagi semua golongan.
Khittah mengajarkan bahwa NU harus menjadi kekuatan moral yang mampu mengingatkan siapa pun yang sedang berkuasa tanpa kehilangan kebebasan sikap.
Ketika NU terlalu dekat dengan kekuasaan, masyarakat akan mulai mempertanyakan objektivitas setiap sikap yang disampaikan organisasi. Kritik yang seharusnya lahir demi kepentingan bangsa bisa dianggap sekadar bagian dari dinamika politik.













