• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Ketika Dunia Krisis Pangan, Desa Adat Menyimpan Jawaban

Ketika Dunia Krisis Pangan, Desa Adat Menyimpan Jawaban

Hargib by Hargib
15 Juni 2026
in Ekonomi, News, Ragam
0
Ketua Program studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ( FEBI) UIN SGD Bandung, Prof.Dr.Lilis Sulastri, MM, CPHRM,CHRA,/dok.istimewa/bedanews.com

Ketua Program studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ( FEBI) UIN SGD Bandung, Prof.Dr.Lilis Sulastri, MM, CPHRM,CHRA,/dok.istimewa/bedanews.com

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dari studi Kasepuhan Gelar Alam, dapat dirumuskan model konseptual ketahanan pangan nasional berbasis kearifan lokal yang terdiri atas lima pilar: L  adalah  Local Values, dimana Nilai budaya sebagai fondasi ekonomi. E sebagai  Ecological Balance, adalah Keseimbangan lingkungan sebagai modal utama pembangunan. Kemudian U sebagai  Utilization with Responsibility dimana Pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab. I  adalah Intergenerational Justice adalah tanda keadilan bagi generasi masa depan. Dan terakhir T adalah  Trust and Social Capital bahwa Kepercayaan dan gotong royong sebagai kekuatan sosial. Maka terbentuk akronim LEUIT, terinspirasi dari leuit sebagai simbol lumbung pangan masyarakat adat Sunda.

Kasepuhan Gelar Alam mengajarkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya persoalan teknologi pertanian, subsidi, atau impor pangan. Ketahanan pangan adalah persoalan nilai, budaya, kepemimpinan, dan cara pandang terhadap alam. Jika ekonomi modern mengajarkan bagaimana memperoleh keuntungan, maka kearifan lokal mengajarkan bagaimana menjaga keberlanjutan. Ketika keduanya dipadukan, lahirlah sebuah paradigma baru,  The Power of Local Wisdom Economy, sebuah model pembangunan yang tidak hanya membuat bangsa bertumbuh, tetapi juga bertahan. Di sinilah desa adat tidak lagi dipandang sebagai peninggalan masa lalu, melainkan sebagai laboratorium masa depan Indonesia menuju kedaulatan pangan, ekonomi hijau, dan peradaban yang berkelanjutan.

BeritaTerkait

Menganalisis Ijazah Yang Diunggah Dian Sandi, Dengan Ijazah Yang Dipamerkan di PN Jakarta Timur Dengan Ilmu Logika

7 November 2026

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026
Page 4 of 6
Prev1...3456Next
Tags: Desa AdatDuniaGelar Alam CiptagelarKrisis Pangan
Previous Post

Nobar Piala Dunia dan Makan Bersama, Koramil 1710-02/Timika Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Next Post

MORA LPDP & DPMD Sukabumi Godok Replikasi Model Ketahanan Ekologis Kasepuhan Gelar

Related Posts

Ragam

Menganalisis Ijazah Yang Diunggah Dian Sandi, Dengan Ijazah Yang Dipamerkan di PN Jakarta Timur Dengan Ilmu Logika

7 November 2026
Ragam

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026
Ragam

Pemuda Berdampak: Satukan Gagasan, Bangun Gerakan Menuju Deklarasi Wilayah Kota Cilegon

7 November 2026
Ragam

Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara

7 November 2026
Ragam

DR. FACHRUL RAZI: PENYADAPAN PRESIDEN PRABOWO ADALAH MAKAR

7 November 2026
Ragam

KOGANA SUMUT DAN POLITEKNIK MEDAN JALIN MoU PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KEBENCANAAN

6 November 2026
Next Post

MORA LPDP & DPMD Sukabumi Godok Replikasi Model Ketahanan Ekologis Kasepuhan Gelar

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021