“Desa Ponggok akan dijadikan sebagai laboratorium praktik baik. Sinergi antara pemimpin Desa, masyarakat dan dunia usaha seperti ini adalah teladan. Ini bukan tentang BNN saja, tapi tentang kita semua,” ujarnya.
Sementara Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom, yang turut hadir mendampingi, menyatakan apresiasinya atas dipilihnya Desa Ponggok sebagai lokasi studi banding nasional. “Desa Ponggok adalah kebanggaan Klaten. Potensinya luar biasa, BUMDes-nya selalu juara, dan kami berkomitmen menjadikannya sebagai Desa bebas narkoba,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, komitmen Pemerintah Kabupaten Klaten sejalan dengan visi BNN untuk mewujudkan kabupaten yang Bersinar (Bersih Dari Narkoba). “Kami mohon arahan dan pembinaan dari BNN agar seluruh desa di Klaten bisa bergerak bersama. Ini bukan sekadar kunjungan, tapi langkah konkret untuk mengambil tindakan nyata,” tegas Bupati.













