“Warga Purwakarta, masih banyak memerlukan sarana untuk pendidikan dan pembinaan guna mendapatkan keahlian, terbukti masih banyaknya pengangguran dan mereka yang berangkat ke luar negara dengan berbagai persoalan karena tidak punya keahlian menjadi korban para oknum dengan iming-iming uang fee besar,” ungkapnya prihatin.
Kenyataan sampai sekarang masih banyak ditemukan mereka terlantar bahkan dipekerjakan tidak sepantasnya, diantaranya karena sumberdaya manusia, dorongan keluarga dan lingkungan dengan ekonomi lemah pemicu kesusahan lebih parah, contoh kebiasaan hidup yang berlebihan dapat merambah kesekitar kita untuk memakai identitasnya demi meminjam uang dari rentenir, bank emok, bank keliling, koperasi dan lain sebagainya yang belum tentu semuanya sudah berizin dampak kurang sosialisasi dan pengawasan terkait yang memadai,” terang Dia













