Sementara warga dengan mudah pinjam tanpa pikir yakin saatnya membayar bisa atau tidak seolah bagaimana nanti, faktanya banyak yang tidak mampu dan beresiko lebih besar karena bunga riba yang tinggi, ini bisa menjadi bencana bersama jika tidak segera Pemerintah turun ada untuk mereka, berbagai kejadian yang meresahkan saat ini bisa jadi banyak akarnya dari masalah ini,” sebut Agus.
Pihaknya mengajak, saatnya kita partisipasi mengantisipasi timbulnya kejahatan dari ketidakberdayaan menimbulkan kebuasan dampak cemburu sosial dan kurang pekanya sekitar untuk peduli, tidak akan pernah lebih nyaman dan hebat jika sekitar kita ada yang perlu bantuan dibiarkan, wajibkan berdaya dengan humanis agar kita bersama harmonis.
Masyarakat melihat dan menilai, kejadian masa lalu pribadi pimpinan yang tidak elok terlihat dan terdengar semoga tidak terulang, kita tidak tahu pasti suara hati dalam nyatanya mereka secara pasti, yang pasti sudah jelas mana pimpinan yang pro rakyat harus diperjuangkan, pimpinan yang tidak peka memperlihatkan arogan sekalipun pandai bersandiwara didepan pihak tertentu sejalan waktu akan terlihat juga oleh banyak pihak, secanggih apapun timnya berkolaborasi untuk simpati jika benar demi memperjuangkan segelintir atau mengamankan hasil perbuatannya dengan berbagai polesan itu tidak akan abadi,” jelasnya.











