BALI || Bedanews.com – Pemerintah menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dipandang sebatas persoalan teknis, tetapi harus terintegrasi langsung dengan arah pembangunan daerah dan nasional.
Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Penanggulangan Bencana Wilayah Tengah dan Timur 2025 yang digelar di Harris Hotel and Residence Sunset Road, Bali, belum lama ini.
Rakortek PB tahun ini mengusung tema “Sinkronisasi Program Penanggulangan Bencana yang Lebih Terpadu, Terarah dan Berkesinambungan”.
Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah III Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, TB Chaerul Dwi Sapta, menekankan pentingnya pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) bidang kebencanaan.
Menurutnya, masih ada sejumlah indikator SPM yang bersifat terlalu teknis dan rigid sehingga pada tahap implementasi di daerah, sering kali sulit menyesuaikan dengan kondisi/karakteristik masing-masing daerah.












